Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Februari 2026

Prestasi Peserta Didik SD Negeri 1 Padokan dalam acara Songsong Ramadhan di SMP Mataram Kasihan Bantul 2026

Prestasi Peserta Didik SD Negeri 1 Padokan dalam acara Songsong Ramadhan di SMP Mataram Kasihan Bantul 2026



Kasihan, 31 Januari 2026 - Prestasi yang membanggakan diperoleh dalam ajang Songsong Ramadhan yang diadakan di SMP Mataram Kasihan, Peserta didik SD Negeri 1 Padokan berhasil memperoleh Juara 1 dalam perlombaan CCA (Cerdas Cermat Agama) prestasi ini diperoleh tiga siswa, yaitu Tahara Renata Disma (VA), Naura Prissa Apriyansah (VA), dan Talita Nasywa Azzahra (VB). Ketiganya menunjukkan kekompakan, ketelitian, dan penguasaan materi yang baik sejak babak penyisihan hingga final.

Prestasi ini diperoleh dengan proses yang selalu dilakukan oleh peserta didik dan para pembimbing serta dukungan dari orang tua sehingga dapat memperoleh prestasi yang membanggakan SD Negeri 1 Padokan, semoga dengan prestasi ini dapat menjadi semangat bagi peserta didik yang lain, dalam meraih prestasi. 


Read More

Rabu, 26 November 2025

PRESTASI MEMBANGGAKAN SD NEGERI 1 PADOKAN PADA TAHUN 2025

PRESTASI MEMBANGGAKAN SD NEGERI 1 PADOKAN PADA TAHUN 2025

1. Juara II Stand Pameran Bantul School Expo 
    Bantul, 2-7 Mei 2025 di Stadion Sultan Agung, Bantul, untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. Pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul ini menampilkan berbagai karya, inovasi pendidikan, dan prestasi dari satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP. 


SD Negeri 1 Padokan Sebagai salah satu perwakilan dari Korwil Kasihan berhasil meraih prestasi juara II stand BSE 2025 Detail acara Tanggal: 2-7 Mei 2025. Lokasi: Parkir Utara Stadion Sultan Agung, Bantul. Tujuan: Memperingati Hari Pendidikan Nasional dan menjadi wadah untuk memperkenalkan inovasi pendidikan, metode pembelajaran, serta karya siswa di Kabupaten Bantul. Peserta: Melibatkan total 102 sekolah dari 17 kecamatan, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP. Isi pameran: Berbagai stan yang menampilkan kegiatan pendidikan, seperti kebhinekaan, wirausaha, pelestarian budaya, dan program unggulan lainnya. Penutup: Acara ditutup pada Rabu, 7 Mei 2025. 


2. Juara 3 Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten.
Festival Literasi dan Lomba Bertutur Bantul 2025 telah berlangsung pada tanggal 1-3 Oktober 2025 di Pendopo Komplek Pemda 2 Manding. Final lomba bertutur dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2025, dan pemenangnya diumumkan pada tanggal 3 Oktober 2025 bersamaan dengan penutupan festival. Babak penyisihan 15-19 September 2025, final 2 Oktober 2025.
Jenjang: SD/MI se-Kabupaten Bantul. Festival Literas Tanggal: 1-3 Oktober 2025. Tempat: Pendopo Komplek Pemda 2 Manding. Kegiatan Lomba Bertutur (final), Bazar buku dari berbagai penerbit, Stan gelar karya literasi, UMKM, dan kuliner, Panggung seni dan budaya, Gelar wicara dan bedah buku, SD Negeri 1 Padokan berhasil meraih prestasi sebagai Juara 3 dalam lomba bertutur atas nama Kalila Balqis kelas 4 B tingkat SD/MI.

3. Terbaik 1 Tenaga Pendidik Apresiasi GTK Tahun 2025
Apresiasi GTK Tahun 2025 Provinsi DIY, Senin (3/11). Pengumuman pemenang digelar di Grand Mercure Hotel Yogyakarta. Penyerahan penghargaan disaksikan oleh 190 peserta yang masuk nominasi serta tamu undangan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Balai Pendidikan Menengah se DIY.

Penyelenggaraan Apresiasi GTK Tahun 2025 berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, peserta yang mendaftarkan pada masing-masing nominasi diseleksi langsung oleh BBGTK Provinsi D.I. Yogyakarta, yang saat itu bernama Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penyelenggaraan pada tahun ini peserta diusulkan oleh Dinas Pendidikan masing-masing Kabupaten/Kota. Selanjutnya peserta yang masuk diseleksi oleh BBGTK Provinsi D.I. Yogyakarta. BBGTK D.I. Yogyakarta memilih tiga terbaik pada masing-masing kategori. Selanjutnya peserta yang mendapatkan Terbaik 1 akan mewakili Provinsi DIY pada tingkat nasional.


Dalam ajang ini perwakilan dari SD Negeri 1 Padokan Ibu Siyamti berhasil memperoleh penghargaan Terbaik 1 GTK Transformatif sehingga mewakili DIY ke Jakarta pada untuk maju tingkat Nasional. 

Read More

Selasa, 19 November 2024

Kepala Sekolah SD Negeri 1 Padokan mendapatkan predikat Terbaik ke-1 dalam Jambore GTK Hebat 2024

Kepala Sekolah SD Negeri 1 Padokan mendapatkan predikat Terbaik ke-1 dalam Jambore GTK Hebat 2024

                                                    

(Yogyakarta, 4-6 November 2024) dilaksanakan Gelar wicara Jambore GTK Hebat DIY di Hotel Mercure Yogyakarta. Gelar wicara sebagai tahap akhir penilaian Kepala Sekolah Dedikatif setelah melalui beberapa tahap sebelumnya.  Alhamdulillah, Kepala SD Negeri 1 Padokan mendapatkan predikat Terbaik ke-1.

Praktik baik yang dilakukan berjudul “MENGOPTIMALKAN KOLABORASI STAKE HOLDER SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN CITA-CITA SD NEGERI 1 PADOKAN”.

    Situasi yang menjadi latar belakang praktik baik ini yaitu: sarana prasarana sekolah yang belum memadai dan kurang layak, kegiatan pembelajaran terfokus pada kegiatan intrakurikuler, dan mutu  pendidikan rendah.

    Tantangan yang dihadapi yaitu: tidak semua orang tua dan masyarakat bersedia terlibat dalam pengembangan sekolah, guru kurang percaya diri, lahan sekolah sempit, banyaknya kerusakan yang perlu perbaikan, dan dana terbatas. Proses pelaksanaan praktik baik ini yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pemantauan, dan 4) evaluasi.

    Hasil dari praktik baik ini yaitu: terwujudnya kolaborasi stake holder sekolah dalam berbagai kegiatan sekolah, guru lebih aktif dan percaya diri, kegiatan sekolah dapat terlaksana dengan optimal, sarana dan prasarana terpenuhi , terjalin kemitraan dengan lembaga dan dunia usaha di sekitar sekolah, dan mutu pendidikan SD Negeri 1 Padokan meningkat. Hasil tersebut telah merujuk pada ciri-ciri sekolah yang dicita-citakan di era merdeka belajar (Rahmawati, 2024). 

       Ibu Veny Nuraini Rohadi, selaku Kepala Sekolah SD Negeri 1 Padokan berharap agar SD Negeri 1 Padokan dapat menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang berkarakter mulia, cerdas, dan terampil.

Read More

Senin, 18 Maret 2019

SD 1 Padokan Berhasil Meraih 3 Trofi di Festival Anak Sholeh

SD 1 Padokan Berhasil Meraih 3 Trofi di Festival Anak Sholeh

Menyongsong hari lahir yang ke-2, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kasihan Bantul menyelenggarakan lomba Festival Anak Soleh (FAS) yang pertama kali. Acara ini mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Diri Menuju Generasi Islami yang Berakhlakul Karimah” yang dilaksanakan pada hari Sabtu dan Ahad 16-17 Maret 2019.

Bertempat di SMP 3 Kasihan lomba FAS ini diikuti oleh ratusan adik-adik  PAUD/ TK/ MI/SD/Madrasah Diniyah/TPA/TPQ se-Kecamatan Kasihan. Pada kesempatan kali ini, pembukaan FAS dihadiri oleh camat kecamatan Kasihan, kepala Polsek, Danramil, MWC NU, Muslimat NU, beserta seluruh Banom NU Kasihan. Kemudian diawali dengan mengheningkan cipta serta berdoa untuk saudara muslim New Zealand yang menjadi korban teroris pada Jumat lalu.

Dalam sambutannya, Ketua Muslimat NU Kasihan ibu Samsiyah mengenalkan kepada tamu hadirin bahwa acara ini diselenggarakan oleh salah satu banom NU yang merupakan anak paling kecil dalam struktur. “IPNU-IPPNU ini wadah bagi anak-anak kita untuk belajar sekaligus menjauhkan dari perilaku remaja yang menyimpang seperti halnya yang sedang marak seperti klitih” tuturnya. Sementara itu, Hery Purwanto selaku ketua panitia menyampaikan sambutan bahwa berbagai lomba yang diadakan bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta pada nilai-nilai agama islam, akhlak mulia, dan menjaga keutuhan bangsa. “Saya berharap dengan adanya Festival Anak Soleh ini dapat membina generasi islam yang berakhlakul karimah dalam bingkai ahlussunnah wal jama’ah, meningkatkan kemampuan, mental dan pemahaman tentang aswaja untuk menjadi pribadi islami sejak dini. Tentu saja sangat penting dan ini menjadi harokah untuk ditanamkan pada generasi muda” tambahnya. “Adik-adik ini yang akan meneruskan kami di masa yang akan datang” tutur Thoyib Nurudin PJS Ketua PAC IPNU Kasihan.

Acara dibuka resmi oleh camat kecamatan Kasihan bapak Drs. Susanto, MPA. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan FAS ini. “Kegiatan ini sangat bagus, semoga tetap menjadi wadah kaum muda dan pelajar untuk terus menebarkan kebaikan. Semoga kegiatan seperti ini diadakan setiap tahun” tambah Pak Susanto.

Acara FAS yang dilangsungkan selama dua hari ini telah menyelesaikan delapan cabang lomba dimana empat lomba pada satu harinya dimulai sejak pukul 09.00 WIB sampai dengan zuhur. “PAC IPNU-IPPNU Kasihan ini masih baru, belum banyak yang tahu. Adanya lomba azan, tartil, CCA, kaligrafi, hafalan surat pendek dan doa sehari-hari, mewarnai, pildacil, dan fashion show ini merupakan salah satu bentuk syiar kami sehingga keberadaan kami dapat diketahui lebih luas oleh masyarakat khususnya para pelajar di kecamatan Kasihan” kata Ulul Faizah ketua PAC IPPNU Kasihan.

Pada perlombaan ini, setiap bidang perlombaan diambil juara 1, 2, dan 3. Siswa perwakilan SD 1 Padokan berhasil mendapatkan juara 1 di bidang CCA yang diwakili oleh Elisa Sofi Anggraeni (Kelas V B), Nur Aini Nugrahaesthi (Kelas V B), dan Fira Ramadina (Kelas IV B). Kemudian untuk bidang pildacil berhasil mendapatkan juara 2, yaitu Kayla Citra Kusuma Dewi (Kelas V B), sedangkan Shallu Zakiyyah Azahra (Kelas IV B) berhasil mendapatkan juara 3 di bidang kaligrafi. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piala kepada peserta dan diakhiri dengan penutup. Acara ini mendapat apresiasi yang baik dari para orangtua/wali dan berharap acara ini berlanjut pada setiap tahun.

Penyerahan trofi juara 1 CCA dari peserta (Nur Aini Nugrahaesthi, Fira Ramadina, dan Elisa Sofi Anggraeni) kepada sekolah.

 

Juara 2 bidang Pildacil (Kayla Citra Kusuma Dewi)

 

Juara 3 bidang Kaligrafi (Shallu Zakiyyah Azahra)

Sumber: https://bangkitmedia.com/songsong-harlah-ke-2-pac-ipnu-ippnu-kasihan-gelar-festival-anak-sholeh/

Read More

Kamis, 31 Januari 2019

Seleksi Dokter Kecil: Raih 3 Besar

Seleksi Dokter Kecil: Raih 3 Besar

Pelaksanaan seleksi dokter kecil hari Selasa tanggal 22 Januari 2019 membuka mata kita bahwa siswa SD 1 Padokan mampu bersaing dengan siswa-siswa dari SD lain di wilayah Kecamatan Kasihan. Hal ini terbukti dengan meraih 3 besar dari lebih 30 peserta. Prestasi yang sangat membanggakan.

Fira Ramadina, siswi kelas 4B SD 1 Padokan, merupakan siswi terpilih untuk menjadi wakil di ajang bergensi tersebut. Seleksi dokter kecil memang pantas disebut sebagai ajang bergengsi sebagaimana yang tersirat dari ungkapan Bapak Wahyu Panuntun, S.Pd., yang menjadi pembimbing langsung dokter kecil di SD 1 Padokan.

“Menurut saya, seleksi dokter kecil adalah perlombaan yang paling sulit dibanding yang lain karena anak harus menguasai materi yang cukup banyak,” demikian komentar Pak Wahyu.

Memang harus diakui demikian karena seorang siswa yang terpilih sebagai dokter kecil diharapkan dapat menjadi semacam duta kesehatan minimal untuk teman-temannya di sekolah dan tentu juga keluarganya di rumah.

Proses Seleksi Tingkat Sekolah

Terpilihnya Fira sebagai wakil dari SD 1 Padokan melalui beberapa tahap seleksi. Minimal ada empat kriteria yang menjadi tolok ukur, yaitu: Pertama, ranking kelas. Pada semester satu tahun pelajaran 2018/2019, Fira berhasil meraih ranking satu di kelasnya. Dengan prestasi tersebut maka dia lolos pada seleksi pertama. Namun demikian dia masih harus bersaing dengan teman-temannya dari kelas lain yang juga meraih juara di kelasnya masing-masing.

Kedua, kemampuan presentasi. Seorang siswa yang akan dipilih untuk mewakili seleksi dokter kecil dituntut mampu memaparkan masalah kesehatan dengan baik. Ketiga, mental siswa. Artinya ia memiliki keberanian yang cukup untuk siap bersaing, karena boleh jadi ada di antara siswa yang cakap secara keilmuan bahkan memiliki kemampuan yang baik dalam presentasi namun tidak memiliki mental dan keberanian yang memadai, sehingga “Kalah sebelum bertanding”. Kriteria terakhir adalah kemauan untuk belajar. Seandainya ketiga kriteria pertama terpenuhi namun siswa tidak memiliki kemauan belajar maka semua itu akan sia-sia.

Setelah tahap seleksi dilakukan, langkah selanjutnya pembinaan siswa yang lolos dan terpilih sebagai dokter kecil. Pembinaan ini berkisar pada beberapa hal berikut:

  1. Bimbingan materi kesehatan secara umum dan pon-poin penting berkaitan dengan kesehatan
  2. Presentasi materi seputar sampah, diare, gigi dan mulut, gizi sampai bahaya rokok
  3. Belajar cara menyampaikan materi dengan urut secara garis besar atau globalnya mulai dari pengertian, ciri-ciri, penyebab, pertolongan dan penanggulangan serta diakhiri dengan ajakan.

 

Pelaksanaan Seleksi Tingkat Kecamatan

Pelaksanaan seleksi dokter kecil di tingkat kecamatan dilaksanakan melalui:

  1. Tes tulis

Tahap tes tulis ini diikuti oleh seluruh peserta dokter kecil yang mewakili sekolah mereka masing-masing. Adapun materi yang disajikan pada tes tulis ini adalah teori kesehatan secara umum. Setelah melaksanakan tes tulis, panitia akan menseleksi dan memilih 10 besar peserta yang mencapai nilai tertinggi.

  1. Presentasi

Setelah panitia memilih dan menetapkan 10 siswa sebagai peraih nilai tertinggi pada tahap tes tulis, maka kesepuluh peserta itu harus melewati tahap kedua yaitu presentasi. Pada tahap ini keruntutan penyampaian materi, kejelasan suara dan intonasi, mental yang baik dan unsur-unsur lain menjadi pertimbangan panitia untuk menentukan pilihan 3 besar sebagai juara.

  1. Mewakil Kecamatan

Proses seleksi dokter kecil melalui tes tulis dan presentasi dengan penetapan 3 besar sebagai juara mengantarkan mereka sebagai wakil dari kecamatan ke tingkat seleksi kabupaten. Pembinaan lebih lanjut kepada dokter kecil terpilih dengan bimbingan khusus dari kecamatan (Tim TP UKS Kecamatan) dan dari Puskesmas Kecamatan.

 

Prestasi

Fira Ramadina mengungkapkan rasa senangnya karena berhasil meraih juara pada seleksi dokter kecil yang ia ikuti.

“Pada saat mengikuti bimbingan belajar rasanya sulit, tapi setelah berhasil sangat senang.” ungkap siswi kelahiran Bantul, 30 Agustus 2008 itu.

Selain mengungkapkan rasa senangnya, Fira juga berharap dapat lolos mengikuti seleksi dokter kecil sampai ke tingkat nasional.

“Mudah-mudahan bisa sampai Jakarta.” demikian harapan yang disampaikannya dengan semangat.

Ditanya mengenai persiapan apa yang dilakukan dalam menghadapi seleksi tingkat kabupaten, putri dari pasangan Bapak Budi Suryanto dan Ibu Nuryanto ini berkata singkat,

“Belajar lebih rajin.” jawabnya.

Di akhir perbincangan, secara khusus Fira menyampaikan rasa terima kasih kepada Pak Wahyu dan teman-temannya.

“Terima kasih kepada Pak Wahyu yang telah membimbing saya, dan juga kepada teman-teman yang telah memberikan semangat.” ucap Fira dengan penuh ketulusan.

“Karena kalau tidak ada teman-teman, tidak ada yang menyemangati.” dia menutup pembicaraannya.

 

 

Keluarga besar SD 1 Padokan mengucapkan selamat dan sukses kepada:

Saudari Fira Ramadina sebagai dokter kecil SD 1 Padokan

Bapak Wahyu Panuntun sebagai pembimbing dokter kecil SD 1 Padokan

 

 

Catatan:

Isi berita merupakan hasil wawancara bersama Bapak Wahyu Panuntun, S.Pd. selaku Pembimbing dan Fira Ramadina selaku wakil dokter kecil SD 1 Padokan.

Read More

Sabtu, 30 Januari 2016

SD 1 Padokan Juara Umum III di Musaba Cup I

SD 1 Padokan Juara Umum III di Musaba Cup I

SD Negeri 1 Padokan Kasihan menempati juara umum III, setelah menyabet 2 emas dan 1 perak total poin 225 di Musaba Cup I yang diselenggarakan pada tanggal 22-24 Januari 2016. “Even dalam rangka Milad ke-46 SMK Muhammadiyah 1 Bantul (Musaba) yang berlangsung selama tiga hari itu berjalan lancar dan sukses, sehingga 2017 mendatang diadakan lagi bersamaan dengan peringatan Milad SMK Musaba,” ujar Widada S.Pd., selaku Kepala SMK Muhammadiyah 1 Bantul, didampingi Waka Kesiswaan Taswanto di sela-sela pertandingan. Ini kejuaraan pertama yang digelar SMK Muhammadiyah 1 Bantul, dan memperebutkan Tropi Bergilir Kepala Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul.

Lebih lanjut dikatakannya, selain cabang olahraga silat Tapak Suci, pihak penyelenggara dalam rangka Milad SMK Musaba, juga diadakan jalan sehat, donor darah, diklat guru otomotif dan guru BK. Masih dalam rangkaian Milad dilakukan pula (MoU) kerja sama pendidikan antara SMK Musaba dengan PT Astra Daihatsu Motor yang ditandatangani Kepala Dikpora DIY Drs R Baskoro Aji. “Bagi juara I, II, dan III dalam even ini, jika ingin masuk ke SMK Musaba sekolah memberikan keringanan  yaitu tanpa tes, bahkan jika memungkinkan diberikan bea siswa dan bebas SPP,” tegas Widada.

Terpisah, Rowin Harry Aprinal selaku koordinator wasit menambahkan kalau  pesertanya tidak dibatasi bisa mencapai 400 peserta dan waktu pelaksanaannya bisa 1 minggu. Jadi karena adanya pembatasan kuota, pesertanya hanya 253 orang. Banyaknya minat peserta mengikuti even ini, karena hampir semua sekolah Muhammadiyah baik SD dan SMP ada kegiatan tapak sucinya dan ditambah pula peserta dari sekolah negeri. Kejuaraan ini juga diikuti oleh kontingen tamu/undangan 7 pesilat dari MTs Temanggung Jawa Tengah. Rowin menjelaskan selain Temanggung sebelumnya juga Pekalongan, Klaten, dan Kebumen berminat mengirim kontingen, namun karena batasan kuota panitia hanya menyetujui tim dari Temanggung.

 

Sumber: http://www.suaramuhammadiyah.id/2016/01/30/sd-muhammadiyah-bantul-kota-dan-mts-muallimin-juara-umum-tapak-suci-musaba-cup-i/

Read More